Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang"Profesional Sinergi Militan Untuk Indonesia Maju"


Indonesia-Australia Gelar Latihan SAR AUSINDO “SAMUDERA 21” 


Kupang - (5/8) Di tengah pandemi Covid -19 yang masih terjadi sampai dengan saat ini, Basarnas dituntut tetap siap siaga menghadapi tuntutan pekerjaannya. Walaupun berada di tengah pandemi seperti saat ini, tim penyelamat harus tetap siap dan siaga turun ke lapangan memberikan pelayanan jasa SAR kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan SAR.
Untuk itu latihan tetap harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personelnya, dan harus dilakungan dengan prosedur kesehatan yang berlaku. Latihan SAR bersama antara Indonesia dan Australia juga dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan koordinasi dan penyelamatan yang dimiliki kedua negara untuk memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan pelayanan SAR, terkhusus di wilayah perbatasan kedua negara. 
Latihan SAR bersama antara Indonesia dan Australia yang lebih dikenal dengan SAREX AUSINDO ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun ke belakang. SAREX AUSINDO kali ini dlakukan dari 4-6 Agustus 2021 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan sandi “Samudera 21”. 
Kupang dipilih menjadi tempat latihan bukan hanya karena wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang berbatasan langsung dengan wilayah SAR Australia, tetapi karena sering terjadinya juga pelaksanaan operasi SAR yang dilakukan di perbatasan kedua negara.
SAREX AUSINDO “Samudera 21” dibuka secara resmi oleh Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Agus Haryono, S.S.,M.B.A, Selasa(4/8) di Aula Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang. Latihan ini diikuti peserta yang berasal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, TNI, POLRI dan instansi potensi SAR lainnya di Kupang.


Pada hari pertama para peserta mendapatkan pembekalan latihan agar para peserta siap menjalani Latihan SAR bersama. Di hari kedua Rabu (5/8) diskenariokan kapal nelayan berbendera Indonesia, Bandar Samudra 21 mengalami kebakaran di perairan selatan Kupang. 
Kapal tersebut terbakar pada Selasa siang dan kejadian ini baru dilaporkan pada Rabu pagi. Saat dilaporkan ke kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, tim siaga langsung memproses info yang diterima. Setelah semua data diterima dan diproses, diperkirakan kapal yang terbakar tersebut sudah terbawa arus sampai ke perbatasaan Indonesia Australia.
Karena lokasi kapal yang diperkirakan berada di perbatasan, Basarnas selanjutnya menghubungi Rescue Coorination Center (RCC) Australia untuk berkoordinasi untuk pelaksanaan operasi bersama di perbatasan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Emi Frezer, S.E.,M.M ditunjuk sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) untuk menangani  kecelakaan kapal ini. 
Tim berkoordinasi dengan sangat baik untuk menolong korban kecelakaan kapal ini, mulai dari komunikasi menggunakan telepon sampai menggunakan email untuk menentukan lokasi perkiraan serta menentukan alat utama (alut) yang dikerahkan. 
KN SAR Antareja akhirnya dikerahkan menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik beradanya kapal. Dengan kekuatan 12 ABK dan 5 orang rescuer, KN SAR Antareja bertolak dari Dermaga Navigasi Kupang ke lokasi yang diperkirakan. Selain itu pihak AMSA juga merencanakan  mengerahkan pesawat Challengger untuk memberikan bantuan awal.
KN SAR Antareja yang tiba di lokasi yang telah ditentukan langsung melakukan pencarian, 5 orang korban yang terombang ambing di laut berhasil ditemukan dan dievakuasi. Tidak berselang lama 10 korban lainnya yang berada di sekoci penyelamat bisa dievakuasi ke KN SAR Antareja. 
Dengan ditemukannya seluruh korban skenario latihan dinyatakan selesai dan berlangsung dengan sangat baik.
Pada hari ketiga dilaksanakan evaluasi sekaligus penutupn secara daring. Penutupan dihadiri perwakilan dari AMSA dan BASARNAS. Direktur kesiapsiagaan Basarnas turut hadir dan memberikan apresiasis yang bagus untuk latihan yang berjalan dengan baik. Tampak juga kedua SMC dari dua negara megikuti evaluasi dengan baik. Emi Frezer selaku SMC dri Indonesia membuka evaluasi dengan memberikan paparan terhadap apa yang telah dilaksanakannya kemarin. 

Dalam evaluasi ini kedua pihak merasa cukup puas dengan latihan ini. Craig perwakilan AMSA juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan, walaupun pada latihan kali ini kedua negara hanya melakukannya secara daring dan hanya Indonesia saja yang mengerahkan alutnya.

Australia melalui Mrs. Elisa Boughton (Manager International Engagement) juga menyampaikan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi antara JRCC dan Basarnas, untuk mempercepat respond apabila kejadian sesungguhnya terjadi di wilayah perbatasan Indonesia dan Australia. (hms/btw)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kecelakaan kapal , Pelatihan .
Pengunggah : Daru Nugroho
6 August 14:00 WIB